Sinergi BPOM dan Kementan: Kawal Makan Bergizi Gratis hingga Akselerasi Obat Herbal Nasional

JAKARTA, TIMUR.NEWS — Upaya memperkuat kemandirian nasional di bidang pangan dan kesehatan terus digencarkan pemerintah. Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Prof. Dr. Taruna Ikrar, melakukan pertemuan strategis dengan Menteri Pertanian Republik Indonesia, Dr. Ir. Andi Amran Sulaiman, MP, untuk membahas penguatan sinergi nasional dalam mendukung agenda pangan sehat dan pengembangan obat berbasis herbal.

Pertemuan tersebut menjadi momentum penting dalam menyatukan langkah lintas sektor, mulai dari penguatan ketahanan gizi masyarakat hingga pemanfaatan kekayaan hayati Nusantara sebagai sumber kesehatan yang berkelanjutan. Kolaborasi BPOM RI dan Kementerian Pertanian dinilai strategis dalam memastikan pembangunan nasional berjalan dari hulu ke hilir secara terintegrasi.

Dalam pertemuan itu, kedua pihak menekankan pentingnya pelaksanaan program pangan nasional yang tidak hanya berfokus pada kecukupan gizi, tetapi juga menjamin aspek keamanan, mutu, dan manfaat bagi masyarakat. BPOM RI menegaskan komitmennya untuk memperkuat pengawasan pangan, khususnya pada rantai produksi dan distribusi, agar pangan yang dikonsumsi masyarakat benar-benar menjadi fondasi kesehatan bangsa.

Kepala BPOM RI, Prof. Taruna Ikrar, menyampaikan bahwa penguatan gizi dan kesehatan masyarakat merupakan investasi jangka panjang yang menentukan kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan. Menurutnya, intervensi di sektor pangan sehat akan berdampak langsung pada peningkatan daya saing bangsa.

“BPOM siap mengambil peran aktif dalam mendukung program-program nasional yang menyentuh langsung kebutuhan rakyat, terutama generasi muda dan keluarga Indonesia. Pangan yang aman dan bergizi adalah kunci utama membangun bangsa yang sehat dan produktif,” ujar Taruna Ikrar.

Sejalan dengan hal tersebut, BPOM RI menyatakan komitmen penuh dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu prioritas Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Dukungan BPOM difokuskan pada penguatan standar keamanan pangan, pembinaan pelaku penyedia pangan, serta pengawasan berkelanjutan agar pelaksanaan program berjalan optimal, terukur, dan terhindar dari potensi risiko yang merugikan masyarakat.

Selain isu pangan sehat, pertemuan juga membahas pengembangan konsep “Apotek Hidup”, yakni gerakan pemanfaatan tanaman obat di lingkungan keluarga dan komunitas. Konsep ini dinilai relevan sebagai pendekatan promotif dan preventif dalam menjaga kesehatan masyarakat, sekaligus mendorong kemandirian keluarga dalam pemanfaatan tanaman herbal.

Taruna Ikrar menilai, penguatan Apotek Hidup tidak hanya berdampak pada peningkatan kesadaran hidup sehat, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru melalui budidaya tanaman obat dan penyediaan bahan baku herbal yang bernilai tambah.

Sementara itu, Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa sektor pertanian memiliki peran strategis yang melampaui penyediaan bahan pangan pokok. Menurutnya, pertanian juga menjadi sumber utama bahan baku strategis bagi industri kesehatan nasional.

“Indonesia memiliki modal besar untuk menjadi bangsa yang mandiri. Penguatan produktivitas pertanian, diversifikasi pangan sehat, serta pengembangan komoditas herbal unggulan harus terus didorong agar memiliki daya saing dan memberikan manfaat ekonomi bagi petani,” kata Amran Sulaiman.

Kedua pihak juga membahas peluang penguatan ekosistem herbal nasional agar dapat berkembang menjadi produk yang aman, berkualitas, dan dipercaya masyarakat.

Kolaborasi lintas sektor dinilai krusial untuk memastikan tanaman obat tidak hanya menjadi warisan budaya, tetapi juga kekuatan nasional yang terstandardisasi, mulai dari budidaya, pengolahan, hingga pengawasan mutu produk akhir.

Sebagai tindak lanjut, BPOM RI dan Kementerian Pertanian berkomitmen memperkuat koordinasi dan kerja sama dalam pengembangan sistem pangan sehat dan obat herbal berbasis potensi lokal.

Sinergi ini diharapkan mampu mendorong terwujudnya Indonesia yang semakin mandiri, tangguh, dan sehat, dengan fondasi kuat pada pangan bergizi, pengawasan yang ketat, serta pemanfaatan herbal Nusantara sebagai kekayaan strategis bangsa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru