MAKASSAR, TIMUR.NEWS – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menekankan pentingnya kolaborasi strategis antara pemerintah kota dengan Muhammadiyah untuk mengakselerasi pembangunan daerah. Hal ini disampaikannya saat menghadiri Resepsi Milad ke-113 Muhammadiyah tingkat Kota Makassar di Pondok Pesantren Darul Arqam Gombara, Sabtu (27/12/2025).
Dalam sambutannya, Munafri menyebut Muhammadiyah sebagai pilar utama yang memiliki kekuatan kader luar biasa dalam proses pembangunan bangsa. Ia menilai pembangunan di Makassar tidak akan berjalan maksimal tanpa sentuhan dan partisipasi organisasi keagamaan tersebut.
“Pemerintah adalah regulator, namun keberhasilan pembangunan ditentukan oleh partisipasi masyarakat. Tanpa Muhammadiyah, pembangunan di Makassar akan terasa kurang lengkap,” ujar Munafri di hadapan tokoh Muhammadiyah Sulsel dan Kota Makassar.
Fokus pada Ekonomi dan Perlindungan Aset
Ada dua poin krusial yang digarisbawahi Wali Kota dalam momentum milad bertema “Memajukan Kesejahteraan Bangsa” tersebut:
-
Pemberdayaan Ekonomi: Munafri mendorong Muhammadiyah untuk terlibat aktif dalam jalur ekonomi di Makassar guna menciptakan kesejahteraan umat yang berkelanjutan.
-
Legalitas Aset (Mafia Tanah): Ia menyoroti banyaknya rumah ibadah dan gedung pendidikan yang belum tersertifikasi. Hal ini dianggap rawan menjadi incaran mafia tanah.
“Ini harus kita jaga bersama. Kami berharap Muhammadiyah aktif melakukan perlindungan aset umat. Pemerintah membuka ruang seluas-luasnya untuk kolaborasi ini demi kepentingan generasi mendatang,” tegasnya.
Mitra Strategis Pemerintah
Munafri menutup arahannya dengan menegaskan bahwa Pemkot Makassar siap mendukung program-program Muhammadiyah, mulai dari sektor sosial hingga pendidikan, selama dijalankan sesuai prosedur yang berlaku.
Acara ini turut dihadiri oleh Pimpinan Muhammadiyah Sulsel Prof. Arifuddin Ahmad, Ketua PDM Makassar KH. Muhammad Said Abdul Shamad, serta Direktur PP Darul Arqam Gombara Muhammad Syaikhul Saleh.






