DONGGALA, TIMUR.NEWS – Bank Sampah Sintuvu di Desa Lalombi, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, membantu warga memenuhi kebutuhan rumah tangga melalui tabungan sampah. Program ini juga mendorong masyarakat mengelola sampah sekaligus menjaga lingkungan.
Salah seorang nasabah, Asnar, merasakan manfaat bank sampah saat membutuhkan biaya berobat. Ia bisa menarik tabungannya ketika uang untuk kebutuhan medis tidak mencukupi.
“Dengan adanya bank sampah ini saya terbantukan saat membutuhkan dana darurat. Kemarin saat saya sakit dan uang untuk berobat kurang, saya bisa menarik tabungan di bank sampah untuk digunakan berobat,” ujar Asnar, Sabtu (10/10/2026).
Nasabah lainnya, Saena, menggunakan hasil tabungan sampah untuk membeli beras dan kebutuhan dapur. Sementara Misnawati memanfaatkan tabungannya untuk membantu persiapan anaknya mengikuti lomba peringatan Hari Kemerdekaan pada Agustus 2026.
Bank Sampah Sintuvu dikembangkan Yayasan Konservasi Laut (YKL) Indonesia bersama Yayasan Bonebula, mitra Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI), melalui Program SOLUSI.
Sebelumnya, Desa Lalombi menghadapi keterbatasan fasilitas pengelolaan sampah. Sebagian warga membuang sampah ke sungai atau laut, menumpuknya di sekitar permukiman, bahkan membakarnya secara terbuka.

Project Officer YKL Indonesia, Munifar Salim, mengatakan pendampingan tidak hanya berfokus pada pengumpulan sampah, tetapi juga membangun kebiasaan memilah sampah dari rumah dan memperkuat kelompok pengelola.
“Kami ingin pengelolaan sampah tidak hanya berhenti pada kegiatan mengumpulkan sampah, tetapi dimulai dari bagaimana masyarakat memilah dari rumah,” jelas Munifar.
Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil. Jumlah nasabah Bank Sampah Sintuvu meningkat dari 16 menjadi 31 orang. Pada Juli–September 2026, kelompok ini juga mengumpulkan 1.145,10 kilogram atau sekitar 1,15 ton sampah.
Pengurus turut mengikuti studi tiru pengelolaan sampah di Bali pada 28–31 Juli 2026 untuk mempelajari pengelolaan bank sampah, administrasi, dan penerapan prinsip 3R (reduce, reuse, recycle).
Kepala Desa Lalombi, Arus Sidora, menyatakan pemerintah desa siap mendukung keberlanjutan program melalui kebijakan di tingkat desa.
Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Donggala juga mengapresiasi inisiatif tersebut dan berharap Bank Sampah Sintuvu dapat menjadi contoh bagi desa lain.
Melalui Program SOLUSI, YKL Indonesia dan Yayasan Bonebula terus mendampingi masyarakat untuk memperkuat tata kelola bank sampah. Inisiatif ini diharapkan mengurangi pencemaran sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi warga pesisir.






