MAKASSAR, TIMUR.NEWS — Andi Amrullah Djaya kembali dipercaya memimpin Pengurus Daerah (Pengda) Perkumpulan Olahraga Domino Indonesia (PORDI) Kota Makassar untuk periode 2026–2030. Petahana tersebut terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah I Pengda PORDI Kota Makassar yang digelar di Hotel Continent, Makassar.
Dalam musyawarah tersebut, Andi Amrullah Djaya memperoleh dukungan penuh dari 11 Pengurus Kecamatan (Pengcam) PORDI se-Kota Makassar, sehingga ditetapkan sebagai ketua tanpa melalui proses pemungutan suara.
Musyawarah I Pengda PORDI Makassar secara resmi dibuka oleh Ketua Umum Pengurus Besar (PB) PORDI, Andi Jamaro Dulung. Dalam sambutannya, ia berharap kepengurusan PORDI Makassar di bawah kepemimpinan Andi Amrullah Djaya dapat menjadi contoh dan barometer pembinaan olahraga domino, khususnya bagi daerah-daerah di Indonesia Timur.
“Makassar diharapkan bisa menjadi role model bagi kepengurusan PORDI di wilayah lain, baik dari sisi pembinaan atlet, penguatan organisasi, maupun pelaksanaan event,” ujar Andi Jamaro Dulung.
Sementara itu, Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) PORDI Sulawesi Selatan, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), menegaskan pentingnya percepatan konsolidasi organisasi pasca-musyarawah. Ia berharap Pengda PORDI Makassar segera menyusun struktur kepengurusan yang solid dan langsung bekerja menjalankan program-program organisasi.
Wali Kota Makassar dua periode tersebut juga mendorong agar PORDI Makassar aktif menggelar simulasi dan uji coba pertandingan domino. Menurutnya, kegiatan tersebut penting untuk penyempurnaan regulasi pertandingan yang ke depan dapat diusulkan ke Pengurus Besar PORDI sebagai standar nasional dalam setiap event resmi.
“Simulasi pertandingan sangat penting agar aturan main domino semakin matang dan profesional, sehingga bisa diterapkan secara seragam di seluruh daerah,” kata IAS.
Dalam kesempatan yang sama, Andi Amrullah Djaya menyampaikan komitmennya untuk memperkuat basis organisasi PORDI di tingkat akar rumput. Salah satu target besar yang dicanangkan pada periode keduanya adalah pembentukan 1.000 Gardu (Keluarga Domino Unggul) di seluruh wilayah Kota Makassar.
“Mengingat klub atau gardu merupakan kekuatan utama organisasi PORDI, pada periode kedua ini kami akan berupaya membentuk setidaknya 1.000 Gardu se-Kota Makassar,” ujar Andi Amrullah Djaya.
Ia menegaskan, penguatan gardu domino di tingkat kelurahan dan kecamatan diharapkan dapat menjadi wadah pembinaan atlet, sekaligus sarana mempererat silaturahmi dan sportivitas masyarakat melalui olahraga domino.
Dengan dukungan penuh dari pengurus kecamatan serta sinergi dengan Pengprov dan PB PORDI, Andi Amrullah Djaya optimistis PORDI Makassar mampu berkembang lebih profesional, berprestasi, dan berkontribusi bagi kemajuan olahraga domino di Sulawesi Selatan maupun nasional.








