PINRANG, TIMUR.NEWS – Langkah nyata memperkuat ekonomi pedesaan terus bergulir di Kabupaten Pinrang. Kali ini, Pascasarjana Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Nobel Indonesia menggandeng Pemerintah Desa Persiapan Sempang, Kecamatan Patangpanua, untuk mentransformasi potensi lokal menjadi produk bernilai jual tinggi.
Melalui seminar kewirausahaan bertema “Menumbuhkan Entrepreneur Desa Melalui Inovasi, Digitalisasi, dan Pemanfaatan Potensi Lokal”, akademisi ITB Nobel membakar semangat puluhan warga dan pelaku UMKM setempat. Kegiatan strategis ini berlangsung di Posko 9, Rumah Ibu Indar, Desa Sempang, pada Rabu malam (2/9/2026).
Tidak hanya memberikan materi, ITB Nobel Indonesia juga langsung meneken kesepakatan kerja sama Implementation Agreement (IA) bersama Pemerintah Desa Persiapan Sempang. Penandatanganan dokumen kerja sama ini melibatkan Kaprodi Pascasarjana Magister Manajemen dan Kewirausahaan ITB Nobel, Dr. Fitriany, SE., M.M., CPCSME, serta PJ Kepala Desa Persiapan Sempang, Supardi, S.SOS.
Dorong Petani Lepas dari Jeratan Tengkulak
Dalam paparan materinya, Dr. Fitriany menyoroti pentingnya mengubah pola pikir masyarakat desa. Selama ini, warga desa cenderung menjual hasil pertanian dan perkebunan dalam bentuk komoditas mentah kepada tengkulak dengan harga yang relatif murah.
Oleh karena itu, ia mendorong warga untuk mengolah hasil panen tersebut menjadi produk siap konsumsi yang memiliki kemasan menarik.
“Desa bukan lagi sekadar penyedia bahan baku mentah, melainkan pusat inovasi ekonomi baru. Ketika warga mampu mengolah hasil tani dengan kemasan higienis, nilai tambah atau margin keuntungan produk bisa melonjak hingga 300 persen,” tegas Dr. Fitriany di hadapan 50 peserta yang terdiri atas warga, perangkat desa, dan mahasiswa.
Selain Dr. Fitriany, akademisi ITB Nobel Dr. Ir. Badaruddin, S.T., M.M., IPU, ASEAN Eng, turut memberikan pembekalan teknis mengenai strategi inovasi dan diversifikasi olahan pangan.
Manfaatkan Digitalisasi dan Legalitas Usaha
Selanjutnya, pemateri menekankan pentingnya peran teknologi digital untuk menembus batas geografis. Para pelaku usaha desa kini tidak perlu ragu memasarkan produknya keluar daerah. Pasalnya, platform digital seperti WhatsApp Bisnis, TikTok Shop, hingga penggunaan sistem pembayaran QRIS mempermudah transaksi secara luas.
Namun demikian, Dr. Fitriany mengingatkan agar para pelaku wirausaha desa segera melengkapi legalitas dasar produk, seperti izin P-IRT dan sertifikasi Halal. Dengan sertifikasi resmi, produk olahan khas Desa Sempang dapat masuk ke jaringan toko oleh-oleh, swalayan, hingga pameran tingkat nasional.
Sementara itu, PJ Kepala Desa Persiapan Sempang, Supardi, S.SOS, menyambut hangat kolaborasi pengabdian masyarakat ini. Pihaknya berharap kerja sama pendidikan dan kewirausahaan bersama ITB Nobel Indonesia dapat berjalan secara berkelanjutan. Dengan begitu, masyarakat Desa Sempang mampu mencapai kemandirian ekonomi yang solid melalui wirausaha berbasis potensi lokal.








