MAKASSAR, TIMUR.NEWS —Universitas Wira Bhakti (UWIBH) berhasil meraih dua hibah bergengsi Program Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat (Kosabangsa) tahun 2025 dari Kemdikti Saintek. Program ini fokus pada akselerasi daya saing komoditas lokal di Sulawesi Selatan melalui diversifikasi produk dan teknologi tepat guna.
Dua lokasi menjadi fokus utama:
- Desa Padanglampe, Pangkep: Tim UWIBH mengembangkan komoditas unggulan Jeruk Pamelo dan Ubi Jalar. Melalui pendampingan, buah pamelo diolah menjadi produk bernilai tambah seperti marmalade dan permen, sementara ubi jalar diolah menjadi tepung mocaf untuk kukis dan mi kering. Inovasi ini bertujuan memperluas pasar dan meningkatkan nilai ekonomi produk yang sebelumnya hanya dijual dalam bentuk segar.
- Lembang Rantedada, Tana Toraja: Program ini berfokus pada Cabai Katokkon, komoditas khas Toraja. Tim menerapkan inovasi pupuk organik slow release yang sukses meningkatkan produktivitas hingga 25% dan memperkuat ketahanan tanah. Selain itu, cabai diolah menjadi produk hilir seperti bubuk cabai, permen pedas, dan pickle, membuka peluang usaha baru bagi Kelompok Tani Mentaruk Mellolo dan To’sipate.

Kolaborasi ini melibatkan tim pelaksana dari UWIBH yang diketuai oleh Hadriana Hanafie, SE.,MM. (untuk Padanglampe) dan Dr. Drs. Perdy Karuru, M.Pd. (untuk Tana Toraja), serta didampingi oleh tim ahli dari Universitas Tanjungpura.
Pemerintah desa dan kelompok masyarakat, seperti Kelompok Tani Mappideceng dan Kelompok Wanita Tani (KWT) Ujung Tanah di Pangkep, serta Pemerintah Lembang Rantedada, menyambut positif inisiatif ini. Mereka merasakan manfaat nyata berupa peningkatan kapasitas produksi, pengemasan, dan strategi pemasaran.
Ketua tim pelaksana menegaskan bahwa program ini merupakan langkah strategis dalam mendorong hilirisasi hortikultura daerah dan membangun ekosistem industri yang berkelanjutan, sejalan dengan komitmen kampus untuk memberdayakan masyarakat berbasis potensi lokal.












